Selasa, 18 Juli 2017

Museum Satwa


Museum Satwa

Hasil gambar untuk Museum Satwa


Beralih ke Kota Batu. Di sana ada sebuah museum yang juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Namanya adalah Museum Satwa. Museum ini adalah bagian dari Jatim Park 2. Museum ini kini telah menjadi icon baru wisata Kota Batu

Museu Satwa dibangun sebagai Lembaga Konservasi Ex-Situ Satwa Liar. Di museum ini kita bisa melihat koleksi satwa yang diawetkan dan fosil-fosil purba yang didatangkan dari berbagai Negara diseluruh benua, seperti benua Amerika, Afrika, Asia, Australia, Eropa, Artik, dan Antartika. Satwa-satwa yang diawetkan di museum ini merupakan satwa yang telah mati bukan karna diburu. Ada pula beberapa replika binatang purba seperti T-Rex, Stegosaurus hingga Mammoth
Hasil gambar untuk Museum Satwa

Museum Musik Indonesia

Museum Musik Indonesia
Hasil gambar untuk Museum Musik Indonesia
Jauh sebelum era musik digital seperti sekarang, Industri musik Indonesia pernah sangat berjaya pada era kaset tape dan CD. Mereka yang kangen dengan benda-benda bermau musik seperti piringan hitam, kaset tape, CD, pemutar musik jadul hingga instrumen musik lawas bisa berkunjung ke Museum Musik Indonesia untuk bernostalgia. Museum Musik Indonesia adalah museum yang berupaya untuk menghargai sejarah musik yang pernah ada di Indonesia
Museum ini didirikan oleh komunitas Galeri Malang Bernyanyi (GMB). Ribuan koleksi telah berhasil dikumpulkan oleh Museum Musik Indonesia. Beberapa musisi sangat mengapresiasi keberadaan museum ini. Beberapa musisi Indonesia yang pernah berkunjung ke sana antara lain Ian Antono, Ahmad Albar, Sylvia Saartje, hingga White Shoes and the Couples Company. Tidak cuma koleksi dari tanah air, beberapa koleksi dari luar negeri juga ada di Museum Musik Indonesia
Hasil gambar untuk Museum Musik Indonesia

D’Topeng Kingdom Museum

 D’Topeng Kingdom Museum

Hasil gambar untuk D’Topeng Kingdom Museum

Masih belum beranjak dari Kota Batu. Museum lain yang bisa kita kunjungi di kota cantik ini adalah D’Topeng Kingdom Museum. Lokasinya masih satu kompleks dengan Museum angkut. Tepatnya di Jl. Terusan Sultan Agung No. 2. Sesuai namanya yang mengandung kata topeng. Di museum ini kita bisa melihat topeng dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua
 Hasil gambar untuk D’Topeng Kingdom Museum

Meski demikian, bukan hanya topeng saja yang disajikan di museum ini. Berbagai benda koleksi lain juga bisa kita lihat di D’Topeng Kingdom Museum. Termasuk Al-Quran kuno berusia ratusan tahun. Selain koleksi utamanya berupa topeng, secara garis besar museum ini menyajikan rekam jejak peninggalan agama Hindu, Buddha serta Islam di Indonesia


Senin, 17 Juli 2017

MUSEUM Mpu Purwa

museum mpu purwa



Pernahkah Anda membayangkan naik mesin waktu untuk berjalan-jalan ke masa kejayaan kerajaan di Indonesia? Tanpa mesin waktu, Anda bisa melakukannya di Museum Mpu Purwa.
Tempat ini memiliki nama asli Balai Penyelamatan Benda Purbakala “Mpu Purwa”, namun lebih sering terdengar di telinga masyarakat dengan sebutan Museum Mpu Purwa. Museum yang didirikan tahun 2003 ini digunakan untuk menyimpan benda-benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Malang Raya. Kebanyakan benda-benda bersejarah yang ada di museum ini merupakan peninggalan dari zaman Kerajaan Kanjuruhan abad VIII M, hingga masa akhir Kerajaan Majapahit abad XVI M.
Bangunan museum ini beratap model joglo dengan kombinasi pintu anjungan bergaya Spanyol. Museum ini memiliki ruangan besar untuk menyimpan koleksi, sementara ruang sebelah barat dijadikan sebagai kantor. Terdapat tulisan “GUNA PARAMITA ACINTYA BHAKTI” pada anjungan, yang dalam bahasa Sansekerta merupakan sesanti sekaligus tahun Sangkala pembangunan museum tersebut. Guna (yang berarti tabiat, sifat) memiliki nilai 3, Paramita (yang berarti sempurna, luhur) memiliki nilai 0, Acintya (yang berarti tak terlukiskan, tak terbayangkan) memiliki nilai 0, Bhakti (yang berarti pengabdian, kesetiaan) memiliki nilai 2. Nilai 3002 jika dibalik menghasilkan angka 2003. Sesanti yang terkandung dalam tahun berdirinya museum itu adalah “Pengabdian yang tulus (tak terbayangkan) merupakan sifat yang luhur”.
Museum Mpu Purwa memiliki halaman depan yang cukup luas. Pada halaman tersebut, terdapat patung Joko Dolog dan sebuah Makara dengan motif ikan dan gajah yang menghadap ke pintu gerbang utama. Makara ini ditemukan di Dukuh Njoyo, Merjosari, Lowokwaru. Melangkahkan kaki masuk ke ruangan balai, pengunjung akan disambut oleh Prasasti Muncang yang ditemukan di Desa Blandit Wonorejo Singosari. Prasasti yang masih utuh dan tampak indah ini berisi tentang pembebasan desa Muntjang dari segala pajak kerajaan karena daerah tersebut digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap “Hyang Brahma” (Gunung Bromo).
Selain benda-benda tersebut, Museum Mpu Purwa ini memiliki koleksi benda-benda yang mengandung nilai sejarah dan budaya, terutama yang berhubungan dengan pertumbuhan Kota Malang sejak abad VIII M sampai tahun 1950-an.
Sejatinya, rencana membangun Balai Penyelamatan benda-benda sejarah sudah diwacanakan sejak tahun 1980-an. Kala itu, seksi Kebudayaan Depdikbud Kota Malang mengupayakan tempat penampungan benda-benda yang terdiri dari arca-arca batu. Namun, karena beberapa hal, usulan untuk membuat tempat tersebut selalu gagal terpenuhi. Akhirnya, benda-benda tersebut terpaksa dititipkan dahulu di DPU di Jalan Halmahera. Benda-benda itu pun sempat dititipkan lagi di Taman Rekreasi Senaputra.

Pada tahun 1997, sempat dipindahkan ke Rumah Makan Cahyaningrat. Pada tahun itu juga, seksi Kebudayaan Depdikbud Kota Malang dan Seksi Kebudayaan Dinas P dan K Kota Malang, berpedoman pada UU No.5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, berencana untuk membangun Balai Penyelamatan. Namun, rencana itupun tidak terealisasi, hingga tahun 2000 Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan memilih Perpustakaan umum sebagai tempat mengumpulkan semua benda purbakala yang menjadi aset kota. Kemudian, dengan berbagai pertimbangan, pada tahun 2001, dipilihlah gedung bekas SDN Mojolangu 2 Malang sebagai tempat menampung benda-benda bersejarah tersebut.
Dipilihnya nama Mpu Purwa sebagai nama museum ini juga banyak pertimbangannya. Sosok Mpu Purwa sendiri merupakan seorang tokoh religius masyarakat Jawa kuno. Mpu Purwa adalah seorang STHAPAKA (pendeta utama). Sifatnya yang berbudi luhur membuat nasihat dan petuahnya selalu ditunggu oleh kaum pengikutnya kala itu. Mpu Purwa merupakan cikal bakal dari penguasa Kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk dan penguasa Kerajaan Singosari, Raja Kertanegara. Sebab, putrinya, Kendedes merupakan sumber keturunan raja-raja tersebut.
Museum Mpu Purwa berdiri di sebuah wilayah strategis di Jalan Soekarno-Hatta No. 210, tepatnya di komplek Perum Griyashanta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Museum ini buka dari Senin hingga Sabtu, khusus hari Minggu dan hari libur nasional museum ini tutup. Untuk jam operasional, biasanya mulai pukul 8.00 hingga 16.00 WIB. Untuk masuk ke museum ini tidak butuh tiket masuk alias gratis dan terbuka untuk umum dan mereka yang ingin belajar sejarah.
Dengan berdirinya Museum Mpu Purwa, banyak keuntungan sebenarnya yang didapat. Selain melestarikan saksi bisu perkembangan sejarah Malang Raya, tempat ini bisa dijadikan sebagai sarana edukasi untuk mengajarkan perkembangan sejarah kepada para generasi penerus bangsa. Setidaknya, mereka dapat mencontoh sosok Mpu Purwa yang memiliki budi pekerti yang luhur dalam menjalani hidupnya.

sumber: www.amazingmalang.com

MUSEUM OMAH MUNIR

Museum yang pertama kali di indonesia yang bertema massalah HAM




Banyak sekali permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM) yang ada di Indonesia, yang membuat negara kita yang mengaku membela HAM masih diragukan. Hal tersebut yang membuat banyak aktivis hadir untuk mengingatkan pemerintah serta membela rakyat, seperti sosok Munir Said Thalib (1965-2004) yang terkenal dengan kemampuan mengkritik pemerintahan. Hingga Munir pun harus meninggal di sebuah pesawat yang akan mengantarkannya ke Belanda untuk melanjutkan S2 oleh oknum-oknum yang memang ingin melenyapkan Munir, Si Pengkritik Pemerintahan yang banyak memberikan sesuatu kepada rakyat Indonesia.
Tentu rakyat Indonesia berduka telah kehilangan sosok pahlawan baru, ini lah yang membuat hadirnya Omah Munir, museum pertama di Indonesia yang di dalamnya terdapat banyak koleksi dan hal lain yang bertema masalah-masalah Hak Asasi Manusia.
Omah Munir berdiri di rumah pribadi istri Munir, Suciwati Munir, di Kota Batu, Jawa Timur. Anda tak hanya diajak mengetahui sejarah perjuangan HAM di Indonesia selama tiga dekade kekuasaan otoriter rezim Orde Baru dan dua dekade periode reformasi, seperti isu-isu penting seperti kekerasan negara terhadap individu, persoalan impunitas yang masih berlaku dalam budaya politik Indonesia, dan termasuk juga kisah-kisah perjuangan para aktivis HAM seperti pernah dicanangkan tokoh-tokoh terdahulu seperti Yap Thian Hiem, H.J.C. Princen dan lainnya.

Namun Anda akan diajak mengetahu kisah-kisah perjuangan Munir sampai koleksi pribadinya. Anda akan tahu bagaimana kisah perjuangan Munir sejak mengawali karir sebagai pengacara di kantor LBH Malang & Surabaya sampai dengan masa akhir khidupnya di Jakarta dalam beragam aktivitas yang dilakukannya.
Anda bisa mengunjungi museum ini setiap hari Selasa hingga Minggu pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dengan tanpa merogoh kocek sedikit pun. Museum ini tak hanya menjadi museum, namun banyak agenda seperti pemutaran film atau bahkan diskusi. Untuk informasi lebih lengkap Anda bisa menghubungi kontak personnya di 0859-5959-0137 atau omahmunir.com. Bahkan bila Anda begitu kehilangan atau sangat mendukung Munir, terdapat berbagai merchandise yang bisa ANda beli seperti kaos Munir yang dapat Anda beli.

Sumber: www.amazingmalang.com

MUSEUM KESEHATAN JIWA

Museum kesehatan jiwa satu-satu nya di indonesia




Anda suka berkunjung ke tempat-tempat yang unik dan memiliki nilai sejarah? Nah, tak ada salahnya jika Anda meluangkan waktu untuk mengunjungi Museum RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat, Kecamatan Lawang, yaitu Museum Kesehatan Jiwa pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Lokasinya berada satu area dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Radjiman Wediodiningrat. Tepatnya beralamatkan di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Buka dari hari Senin – Jum’at, mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Tempat wisata sejarah ini diresmikan pada 23 Juni 2009, bertepatan dengan HUT RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang ke-107. Kala itu, Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI, Dr. Farid Husein, MPH yang meresmikannya.

Museum Kesehatan Jiwa ini merupakan wahana pembelajaran dan perkembangan sejarah teknologi kedokteran khususnya di bidang kesehatan jiwa. Sedikitnya tersimpan sekitar 700 koleksi yang terdiri dari benda-benda dan dokumen lawas yang berkaitan dengan riwayat masa lampau berdirinya RSJ ini. Termasuk tempat menyimpan alat-alat kesehatan jiwa sejak masa pendudukan Belanda. Terdapat pula dokumentasi dan riwayat RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat dari masa ke masa. Sisanya, masih tersimpan di dalam gudang karena museum yang tidak begitu luas.


Di tempat ini, Anda dapat mengetahui sejarah Rumah Sakit Jiwa dr. Rajiman Wediodiningrat melalui berbagai foto dan gambar yang dipajang. Meskipun usianya sudah sangat tua, namun tetap terawat dengan baik sehingga Anda bisa menyaksikan dengan jelas gambar-gambar dan benda yang dipamerkan.

Tak hanya itu, Anda juga akan mendapati beberapa lukisan dari beragam aliran karya pasien Rumah Sakit Jiwa. Ada yang mengusung aliran realis yang diwujudkan dalam lukisan berupa pemandangan alam pegunungan dan sawah, bunga mawar merah, dan lain sebagainya. Ada pula yang beraliran abstrak karena hanya berupa coretan-coretan berbagai warna pada kain yang dijadikan alas melukis.
Sayangnya, tak banyak pengunjung yang datang ke museum ini. Mungkin karena suasana dan apa yang dipamerkan membuat bulu kuduk berdiri. Jika Anda tertarik, kunjungilah Museum Kesehatan Jiwa ini.


sumber: www.amazingmalang.com

MUSEUM ANGKUT

Museum terbesar di kota wisata batu




Museum Angkut Malang, salah satu tempat wisata yang saat ini menjadi perhatian dan sayang untuk dilewatkan bila Anda berkunjung ke Malang. Tempat wisata dengan luas 3,7 hektar ini terletak di Jalan Terusan Sultan Agung Atas No.2, Kota Wisata Batu, Malang. Untuk masuk kedalam museum ini, anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 60.000 untuk hari biasa dan Rp 80.000 untuk Weekend atau hari libur. Bila anda membawa kamera, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 30.000

Sejalan dengan namanya, Museum Angkut memamerkan berbagai macam jenis transportasi dari berbagai zaman dan negara. Museum ini juga menyediakan zona edukasi terkait tranportasi yang ada di dunia yang dikemas seperti permainan, sehingga anak-anak yang juga berkunjung ke museum ini dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan.

Museum ini membagi kawasan pamerannya dalam beberapa Zona.  Setiap Zona pun ditata dengan sangat baik sehingga suasana di setiap zona pun berbeda-beda. Tempat ini sangat cocok bagi anda yang ingin menyalurkan hobi fotografi anda, karena tempat ini memiliki banyak spot menarik yang dapat membuat anda betah mengabadikan momen-momen yang ada di Museum Ini.

1. Zona Edukasi
Zona ini sangat cocok untuk anak-anak, karena dirancang dengan konsep yang menyengkan untuk menarik minat anak-anak untuk mau belajar dan mencari tahu mengenai sejarah perkembangan transportasi.
2. Zona Sunda Kelapa dan Batavia
Zona ini banyak memamerkan transportasi nusantara dan menggambarkan suasana pelabuhan Sunda kelapa dan Batavia pada jaman dahulu. Terdapat juga miniatur kapal serta toko-toko dengan ejaan belanda di zona ini.
3. Zona Jepang

Zona Jepang memamerkan berbagai tranportasi pabrikan dari Jepang yang terkenal. Seperti Honda, Kawasaki dan masih banyak lagi. Kebanyakan yang dipamerkan adalah motor – motor Vespa yang seperti kita ketahui vespa adalah jenis motor yang dulu banyak digunakan dan terkenal. Motor-motor vespa pun tidak lekang oleh jaman, terbukti bahwa saat ini masih banyak yang menggunakan motor vespa sebagai tranportasinya.
4. Zona Gangster dan Broadway
Nah.. di zona ini anda akan merasa seperti berada di jalanan kota yang penuh dengan Gangster dan identik dengan Broadway yang dulu sangat booming di tahun 1970an. Karena suasananya yang tampak begitu nyata, maka tidak salah bila zona ini pun menjadi salah satu zona favorit di museum ini. Mulai dari berfoto di penjara sampai didepan papan broadway.
5. Zona Eropa


Zona Eropa menampilkan suasana khas negara-negara Eropa. Zona ini terbagi menjadi Zona Italia, Jerman, Perancis dan Inggris. Negara-negara tersebut memang merupakan negara-negara yang terkenal dengan perkembangan teknologi transportasinya. Suasana yang dibangun pun cukup nyata karena properti dan mobil-mobil yang identik dengan masing-masing negara tersebut terparkir di sini. Lengkap juga dengan landmark dari masing-masing negara tersebut seperti menara Eifel, menara Pisa dan Tembok Berlin. Bahkan anda dapat mengambil foto didepan replika istana Buckingham yang terkenal di Inggris.
6. Zona Hollywood
Di Zona ini menampilkan mobil-mobil yang biasa ada di film-film Hollywood, seperti mobil Scobby Doo, Mobil Hummer dan replika Hulk yang sedang menginjak salah satu mobil.

Jadi, jangan lupa sempatkan diri anda berkunjung ke Museum Angkut untuk berlibur atau sekedar untuk Hunting foto.

sumber: www.amazingmalang.com

Museum Satwa

Museum Satwa Beralih ke Kota Batu. Di sana ada sebuah museum yang juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Namanya adalah Museum S...