
Festival Malang Tempo Doeloe yang dahulu
selalu digelar begitu meriah setiap tahunnya sejak 2013 telah dijadwal
ulang menjadi acara yang digelar dua tahun sekali. Malang Tempo Doeloe
“Satoes Akoe 100 Lakoe” yang diadakan pada tahun 2014 pun memiliki
konsep yang jauh berbeda dari Malang Tempo Doeloe yang dulu dari tahun
ke tahun selalu ada di sepanjang Jalan Ijen, namun pada tahun 2014
diadakan di Alun-alun Kota Malang.
Konsep yang jauh berbeda tersebut tentu
membuat kita rindu dengan suasana keramaian dan meriahnya Malang Tempo
Doeloe yang selama kita berjalan dapat menemukan banyak koleksi
barang-barang kuno dan antik yang dijejer dengan cantik hingga membuat
kita seakan-akan ada di zaman itu. Namun jangan khawatir karena Malang
memiliki museum yang di dalamnya mengoleksi barang-barang kuno seperti
di Festival Malang Tempo Doeloe.

Museum yang telah dibuka sejak 22
Oktober 2012 ini memiliki 20 lokal waktu yang berdeda sesuai urutan
waktu sejarah Kota Malang. Mulai zaman purbakala, penemuan pertama
pondasi kota pada 1716 oleh Pemerintah Hindia Belanda, zaman revolusi
1945-1949, hingga sekarang. Meskipun memahami tentang sejarah, Anda
tidak akan cepat bosan di sini, karena cara penyampaian ceritanya dibuat
modern. Karena Malang dulu termasuk daerah kekuasaan Kerajaan
Singasari, Anda pun akan diajak untuk tahu bagaimana cerita Kerajaan
Singasari. Tidak hanya Kerajaan Singsasari, di Musem Malang Tempo Doeloe
ini Anda juga akan tahu kerajaan-kerajaan lain yang pernah menduduki
Malang seperti Kerajaan Kanjuruhan dan Kerajaan Kediri.
Sudah seharusnya untuk Anda yang mengaku ngalamers sejati
menyempatkan diri ke Museum Tempo Doeloe untuk mengenal lebih dekat dan
dalam tentang kota kelahirannya sendiri dan juga bagi Anda yang
menyempatkan diri ke Malang tempat ini bisa menjadi destinasi Anda
selanjutnya.
sumber: www.amazingmalang.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar